Tiga Mahasiswa Teknik Elektro UBB meraih juara harapan pada Lomba Gagasan dan Rancangan Kreatif (LOGRAK) untuk Kategori Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknologi Otomasi. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Malang pada 21 November 2019. Tim beranggotakan Akhmad Thoib (TE 16), Abel Kurniawan (TE 18), dan Fajar Ramadani (TE 17), membuat alat mendatangkan lebah untuk kemudahan budidaya yang diperuntukkan bagi masyarakat kota maupun pedesaan.
Lomba Gagasan dan Rancangan Kreatif (LOGRAK) tingkat nasional jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang yang bertema kreatifitas dan inovasi dalam meningkatkan daya saing bangsa yang berwawasan lingkungan di era industri 4.0 terdapat dua kategori, yaitu yang pertama energi, lingkungan dan transportasi dan yang kedua teknologi informasi dan komunikasi, teknologi otomasi.
Berangkat dari permasalahan mengenai tema dan kategori teknologi informasi dan komunikasi, teknik otomasi, Akhmad Thoib, Abel Kurniawan dan Fajar Ramadani serta dosen pembimbingnya bapak Tri Hendrawan Budianto, S.T., M.T. mengusung ide mengenai alat mendatangkan lebah. Mereka mengkombinasikan alat mendatangkan lebah menggunakan frekuensi dan aroma madu yang berbasis arduino dan android.
“Kami banyak berdiskusi dan meminta masukan dari dosen pembimbing kami bapak Tri mengenai kebutuhan komponen untuk pembuatan alat tersebut dan faktor terpenting yakni kesesuaian terhadap kondisi budidaya lebah,” Jelas Akhmad Thoib.
Mengusung konsep utama alat mendatangkan lebah yang menggunakan frekuensi suara dan aroma madu, hal ini menjadi nilai plus sebuah rancangan kreatif yang di desain oleh Akhmad Thoib, Abel Kurniawan dan Fajar Ramadani. Alat mendatangkan lebah ini bisa di aplikasikan dan di pasang dimana dan oleh siapa saja baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.
“Dengan membuat alat mendatangkan lebah, kami berpikir untuk mengoptimalkan proses budidaya lebah serta dapat menjawab permasalahan-permasalahan perlebahan seperti yang termuat pada Jurnal Sains Peternakan Indonesia mengungkapkan identifikasi permasalahan perlebahan sebagai dasar pengembangan usaha madu di provinsi Bengkulu,” Akhmad Thoib menguraikan lebih lanjut.
Alat Mendatangkan Lebah menjadi solusi dari beberapa masalah yaitu persoalan bibit dan dana masing masing 70,19% dan 48,34%, penyuluhan (45,40%), pembinaan teknis (27,20%), bibit/induk ratu, dan tehnis budidaya serta panen (22,07%). Perancangan dan implementasi alat mendatangkan lebah ini ialah untuk kemudahan dalam proses budidaya lebah sehingga lebah tetap lestari dan agar produksi madu lebih banyak guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami ingin alat mendatangkan lebah ini bermanfaat bagi masyarakat untuk mengatasi masalah perekonomian,” lanjut Abel Kurniawan.
“Kami juga berharap dengan adanya alat mendatangkan lebah ini agar lebah tetap lestari dan produksi madu meningkat,” lanjut Fajar Ramadani.
Meski terkendala dana dan waktu yang singkat untuk pembuatan alat dan pengimplementasiannya serta pembuatan poster dalam satu minggu, Akhmad Thoib, Abel Kurniawan, dan Fajar Ramadani dinyatakan sebagai juara Harapan 1. Prestasi ini diumumkan setelah pameran poster dan meyampaikan presentasi di depan dewan juri Lomba Gagasan dan Rancangan Kreatif (LOGRAK) tingkat nasional jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang.
Akhmad Thoib, Abel Krniawan, dan Fajar Ramadani mengaku senang atas prestasi yang diraih. Mereka senang bisa mengembangkan ide menjadi suatu karya yang dinilai akan membawa manfaat bagi banyak orang. Pengalaman berharga ini telah mengajarkan banyak hal pada mereka secara pribadi. Mereka bertekad untuk terus berkembang serta mengajak mahasiswa untuk tidak merasa takut atau ragu dalam berkarya dan harus selalu optimis menghadapi setiap permasalahan.

 111.png)